
iOS 11
kembali mendapatkan pembaruan yang kali ini berfokus pada faktor
keamanannya. Dilansir oleh TheVerge, iOS 11.4.1 menghadirkan fitur USB
Restricted Mode yang berfungsi untuk melindungi pengguna iPhone dari USB
yang dipakai polisi untuk menembus passcode pada iPhone dan menghindari
perlindungan enkripsi standar.
Fitur keamanan baru ini ditempatkan di
menu Setelan tepat di bawah menu Face ID atau Touch ID dan Passcode.
Menu dengan label USB Accessories secara default dalam kondisi
non-aktif, sehingga perlu diaktifkan secara manual oleh pemilik
perangkat. Jika dalam kondisi mati, apabila perangkat iOS di versi ini
dikunci selama lebih dari satu jam, sistem secara otomatis tidak akan
memberikan izin koneksi USB ke perangkat lain. Agar dapat kembali
terhubung ke USB, pengguna wajib untuk mengaktifkan opsi USB
Accessories.
Keputusan Apple meluncurkan fitur baru
ini tak lepas dari kontroversi. Pasalnya, di satu sisi fitur USB
Restricted Mode ini sangat membantu pengguna menghindari ancaman pihak
ketiga. Tetapi di sisi lain justru menyulitkan pihak kepolisian untuk
memperoleh bukti dari informasi yang tersimpan di dalam perangkat.
“Kami terus menerus memperkuat
perlindungan keamanan di setiap produk Apple untuk membantu pelanggan
melindungi diri dari hacker, pencuri identitas dan ancaman ke data
pribadi mereka,” kata Apple dalam rilis resminya. “Pembaruan ini tidak
dirancang untuk membuat kepolisian frustasi.” Imbuhnya.
Hubungan Apple dan kepolisian memang tak
bisa dibilang romantis. Pada tahun 2016 lalu, mereka sempat terlibat
perseteruan dengan FBI karena menolak untuk membuka kunci iPhone yang
menjadi barang bukti kasus penembakan.
Kala itu Apple tak bersedia untuk
membuat piranti lunak khusus yang memungkinkan FBI membobol fitur
keamanan di iPhone yang memang dirancang terenkripsi sejak pertama kali
digunakan.