Spam dan hoax menjadi ancaman serius
bagi aktivitas online orang banyak. Karenanya, sejumlah perusahaan
mencoba mempersiapkan senjata untuk memeranginya. Yang terbaru, WhatsApp dikabarkan sedang menguji fitur Suspicious Link Detection untuk menjadi alat bantu pendeteksi spam.
Fitur baru ini dikatakan sedang dalam
tahap pengujian, dirancang untuk membantu pengguna mendeteksi tautan
mencurigakan di dalam pesan WhatsApp mereka. Ini adalah bagian dari beta
WhatsApp untuk Android versi 2.18.204 dan yang lebih baru. Pembaruan
ini tampaknya menjadi bagian dari keinginan Facebook untuk membatasi
peredaran spam dan berita palsu melalui aplikasi pesan instan yang
memiliki lebih dari 1,5 miliar pengguna aktif bulanan di seluruh dunia
itu. Versi beta WhatsApp sebelumnya juga menguji label ‘Teruskan’ yang
membantu orang agar mudah mengidentifikasi pesan yang diteruskan.
Memanfaatkan fitur Suspicious Link
Detection, WhatsApp secara otomatis mengidentifikasi apakah tautan dalam
pesan berpotensi dialihkan ke situs web palsu atau semacamnya yang
dapat membahayakan pengguna. Setelah mendeteksi tautan mencurigakan,
pesan ditandai dengan label berwarna Merah agar pengguna dapat dengan
mudah mengenalinya.
Selain memberi label yang terlihat
jelas, WhatsApp juga memberikan peringatan kepada pengguna ketika mereka
mencoba untuk membuka tautan. Peringatan ditampilkan dalam jendela popup
disertai teks yang mudah dipahami. Demi keamanan yang lebih optimal,
analisis tautan dilakukan secara lokal tanpa mengekspos data pengguna
untuk melakukan tugas ini. Peningkatan lainnya, WhatsApp juga dilaporkan
bakal menghadirkan kemampuan baru untuk membiarkan pengguna melaporkan
tautan yang mencurigakan secara manual.
Sebuah insiden baru-baru ini terjadi di
India yang melibatkan kejahatan dan menewaskan sejumlah orang tak
berdosa. Dalam penyelidikan yang dilakukan, para teroris dilaporkan
memakai WhatsApp untuk menyebarkan informasi yang keliru sehingga
mengarah pada jatuhnya puluhan korban jiwa.
